Menu

Mountain

Bromo – Tengger

The beauties of mountain covered, give a special and characteristic green plants, arousing great interest. Tenggerese traditional farming also makes this famous place being more interesting and attractive. In addition, cool and breezy wind always blows freshly giving ever visitor special deep impression a unforgettable memories.
The accessibility has no problem and very reachable (via Malang, Pasuruan, Probolinggo or Lumajang).
Surely, different access give different characteristics scenery landscape. The elevation reaches about 2.392 meter sea level above and the temperature varies from 3 up to 20 degrees centigrade.

Facilities: Star Hotels, home-stays, restaurants, and many others that visitors needed can be found.
The people who live in this area are supposed to be descended from Majapahit Kingdom about six hundred years ago. The belonged to Tenggerese Hinduism with old traditional. That tradition still survives up to now. Every year, they always carry out the traditional and religious ceremonies, and the most popular ones is Yadnya Kasada, an offering ceremony held at the edge of the crater on the top of mount Bromo.

A Pilgrimage Tourism Site – Mount Kawi

As a pilgrimage tourism village, Wonosari – Gunung Kawi (Mt Kawi) has many beautiful, special and impressive mountainous panorama, which noted as one of the most fascinating villages in the South-Western part of Malang Regency. Most people know that this village has a special site where the tomb of grandfather Iman Soedjono, one of the seventy nobleman who took arms againts the Dutch occupation led by Prince Diponegoro in 1825 – 1830. Next to the grave of grandfather Iman Soedjono lied the tomb of grandfather Djoego or Kiai Zakaria II, a local figure who first pioneered a new technology in farming at that time. Usually the visitors that come to visit this place believe that the pilgrimage will bring fortune to their works, the future life, such as: trading, making a health farming, etc. The suggested time to visit the sacred sepulchers is customarily on Thursday evening or “Jum’at Legi” (Javanese Calendar). The tombs themselves have long been equipped with adequate facilities for both pilgrimages and vacationers. The accessibility is reachable, public transportation or not, 30 km a way to the Southwest from Malang.

Semeru Tourism

A mountainous pleasure on the slope of the highest mount in Java, Mount Semeru. The beautiful and attractive panorama or special atmosphere can be found here beside its cool and fresh air. In this area we find a good place for Para-gliding and the Dutch Colonial Remnant.

This object lies on Argo Yuwono village, Ampelgading district, about 7 km to the North from Ampelgading.

The mount climbers are often visit this mount to enjoy its nature scenery and beautiful sunset, look from the peak of the mount.

Gambar terkait

Ijen Crater Lake

Kawah Ijen adalah kawah atau danau yang terletak di puncak Gunung Ijen. Wisata Banyuwangi Kawah Ijen ini berada pada ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut. Kawah ini termashur karena fenomena blue fire atau api biru yang muncul pada malam hari, tepatnya dini hari sekitar jam dua sampai dengan pukul empat.

Seperti pada gunung-gunung yang lain, Gunung Ijen juga mengandung belerang yang cukup besar. Belerang yang bercampur dengan gas metana, ditambah dengan dorongan panas dari dalam bumi melalui celah-celah tanah sebesar enam ratus derajat celcius membuat api yang muncul ke permukaan menjadi berwarna biru. Besar kecilnya api biru yang dihasilkan oleh Kawah Ijen ini tergantung dari jumlah belerang yang ada. Semakin banyak belerang, maka nyala api biru semakin besar

Gambar terkait

Arjuna Mount

Gunung Arjuno merupakan salah satu Gunung di Jawa Timur yang saat ini statusnya sudah tidak aktif lagi. Gunung Arjuno memiliki keindahan alam yang mengagumkan. Menjadi salah satu gunung yang paling ramain dikunjungi para pencinta hiking. Ketinggian gunung arjuno mencapai 3.339 mdpl.

Jalur pendakian Gunung Arjuno bisa via Tretes, Lawang, Purwosari dan Jalur Batu/Cangar. Namun yang paling mudah jika menggunakan jalur tretes dimana jalur pendakian ini biasa menjadi jalan “mobil jip” yang menganggut hasil tambang blerang dari Gunung Welirang.

Gambar terkait

Small Mount of Panderman

 Panderman adalah sebuah wisata gunung yang cukup unik, unik karena dia tidak menyajikan ketinggian dan tantangan meskipun panderman tergolong sebagai wisata untuk mendaki:), gunung panderman tepatnya lebih mengedepankan sisi keindahan dan kenyamanan menikmati alam pegunungan. Puncak panderman tidak terlalu tinggi seperti semeru dan gunung lain layaknya status pendakian, akan tetapi sangat disukai untuk berlibur camping karena kesederhanaannya,, cukup menantang untuk seorang pendaki pemula.

Dari puncak Panderman kita bisa melihat kota Batu dan kota Malang di bawah, dihiasi dengan lampu-lampu berkelap kelip yang menambah indahnya suasana malam di Panderman. di langit panderman penuh dengan bintang dan kabut yang mulai merayap dari bawah menambah serunya suasana malam di Panderman.